Gereja Santa Maria de Fatima
Bagi masyarakat awam, Gereja Katolik Santa Maria de Fatima di Jalan Kemenangan III/47, Jakarta Barat, mungkin tampak seperti kelenteng. Tanda bahwa gereja yang juga disebut dengan Gereja Taosebio ini hanyalah tiang salib besar di atas genteng dan tulisan Gereja Katolik St. Maria de Fatima yang dipasang di atas pintu utama.
Bukan bergaya arsitektur eropa seperti umumnya gereja katolik, tetapi berarsitektur dan berornamen khas china. Layak jika orang awam akan mengira rumah tersebut sebagai kelenteng. Sebelumnya, gereja ini merupakan rumah milik seorang Kapitan Cina bermarga Tjioe.
Tidak hanya gaya arsitektur dan ukiran, namun dalam melakukan ritual keagamaan dan memberikan pelayanannya, gereja ini menggunakan bahasa mandarin. Secara umum masyarakat / jamaah gereja ini adalah warga tionghoa.
- Uncategorized | Time: 06:43 (UTC+8)




Mas Roim ternyata pemerhati kota tua dan sejarah juga rupanya, sepertinya dalam beberapa hal kita punya minat yang sama.
Boleh saya Link blognya ke blog saya ya.
Comment by Arif Fiyanto — July 12, 2007 @ 05:01
Iya, juga ikut mailing list komunitas historia. Buat nambah wawasan. Boleh kita saling link.
Comment by kosong — July 12, 2007 @ 11:48
Semula saya melihat aneh ada gereja mirip kelenteng,tertarik untuk melihat dari dekat saya ikuti misa pada hari minggu (tidak setiap minggu karena berada di kalimantan tepatnya samarinda. Namun bila berada di Jakarta saya tetap mengikuti misa di gereja Santa Maria De Fatima.
Comment by Johnny Khor — July 8, 2008 @ 05:58
Johnny
Saya belum pernah masuk di dalam gereja tersebut, apakah arsitektural di dalamnya juga bergaya china ?
Comment by roim — July 8, 2008 @ 11:38
Menurut pengamatan saya ya! bergaya arsitektur cina walaupun tidak seluruhnya.Bila anda beragama Katholik luangkan waktu hadir pada perayaan Misa dihari minggu di Gereja Maria de Fatima
Comment by Johnny Khor — July 22, 2008 @ 08:56