Lorong Kebakaran
Jalannya sempit, di kawasan perkotaan biasanya jalan ini diapit oleh dua gedung yang tinggi menjulang. Lebarnya tidak lebih dari 2 meter, bahkan ada yang hanya bisa dilewati oleh satu orang. Lain halnya jalan ini jika di daerah pedesaan, karena rumah masih jarang dan tanah atau halaman terhampar luas, maka lebar jalannya bisa lebih dari 2 meter. Mobil bisa masuk, lebar jalan ini masih lebih sempit jika dibandingkan dengan jalan raya.
Jalan yang saya ceritakan di atas, biasa disebut dengan "gang" atau "lorong". Di Aceh jalan kecil disebut dengan lorong, ada yang bernama lorong sebayak, lorong melati, dan banyak lagi. Ada satu lorong yang menarik perhatian saya, satu lorong di sebelah utara dari Jalan Panglima Polim Banda Aceh. Nama lorongnya adalah lorong kebakaran.
Tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai ada papan peringatan dari Pemerintah Daerah setempat di depan lorong kebakaran tersebut. "DILARANG BERJUALAN DILORONG KEBAKARAN INI" begitu tulisan yang terpampang. Secara tidak langsung akhirnya nama lorong yang berada di daerah peunayong tersebut menjadi lorong kebakaran. Lorong yang berada di kawasan perdagangan ini diapit oleh dua bangunan toko berlantai tiga. Tidak lebih dari dua meter lebarnya, lumayan sempit.
Dulu memang pernah terjadi kebakaran di kawasan ini, lorong ini berfungsi sebagai akses untuk menyelamatkan diri, selain itu sebagai jalan para pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Papan peringatanpun dipasang agar lorong ini bebas hambatan, tidak ada yang menghalangi pada saat pemadam kebakaran bekerja melawan api, atau para korban yang ingin menyelamatkan diri.
- Uncategorized | Time: 14:49 (UTC+8)




kalo salon kebakaran ada gak im? seperti biasa waktu orang-orang di aceh menyebutkan kata nyalon. kakakakaka
Comment by dudi — January 26, 2007 @ 14:06
nyalon apa mbalon ?
Comment by rudy — January 26, 2007 @ 16:13
Ndek seberange salon cyber? opo lincha? hahahaha
Comment by Epat — January 27, 2007 @ 12:00