pagi kan menyapa

memejamkan mata, menarik nafas dalam dan melepaskan pelan. frame-frame bayangan muncul kembali. janji sesering mungkin menelpon ibu, janji membelikan sepotong baju untuk ibuku, janji menelpon keponakan-keponakanku yang lucu sekedar mengobati kerinduan mereka, janji untuk mulai melangkahkan rangkaian hidup lebih baik, janji dan janji-janji lain yang tak pernah kutepati. entah berapa janji yang telah kubuat dalam hatiku. sepuluh atau duapuluh … pasti lebih … ah ternyata sudah lupa.
di atas rumput terlentang melihat atap. titik-titik putih terang memancarkan cahaya di kejauhan seperti menempel pada lembaran warna hitam yang luas. hatiku apa kamu menanti ada titik yang bergerak lewat, sehingga bisa mengucapkan harapan untuk dikabulkan.
api disebelahku bergerak menari-nari. asap putih dari api unggun membumbung meliuk mengikuti arah angin menuju. hatiku menarilah seperti gerakan api itu, meliuklah bergerak berkendara asap, melayang terbang bersama angin ke langit menuju bintang meski malam tidak ditemani rembulan.
kilasan selama setahun hatiku melewati bersama malam. sayup-sayup suara gemericik air sungai mengobati. irama dan pola suara jangkrik mengiringi. dendang lagu-lagu dilantunkan sobatku dengan petikan lembut jari-jarinya pada gitar menemani. hatiku tenanglah, letakkanlah sejenak gelas yang kamu pegangi … hanya sejenak untuk meluangkan waktu mendengarkan paduan suara alam itu.
detik-detik malam terlewati dengan detail. suara malam berlahan lirih, sampai pada satu titik terasa hening. hanya suara gema di lorong gua, di dasar lembah hati. waktu seperti terhenti sejenak. apakah ini tanda bergantinya malam menuju pagi sebagai tanda bergulirnya waktu.
setelah itu warna langit mulai berubah. hitam mulai beranjak pergi ke arah barat. dari ujung timur polesan sedikit warna putih dan biru mulai muncul pelan. sedikit titik putih masih menggantung di langit terlihat cahayanya yang mulai meredup. menanti sapaan mentari di pagi hari. hatiku tengoklah sebentar lagi fajar menyapa.
garis putih pada lekukan bukit, di situ mentari akan merekah. bergegas beranjak dari alas rumput menuju puncak bukit menyambut arakan fajar. berjalan pelan menyisir sungai. burung berkicau saling bersautan dengan geraknya aliran sungai. mendaki menuju satu pohon yang ada di atas bukit. lirih nafas sejalan setiap jengkal kaki. Alang-alang tergoyang searah dengan desiran angin pagi. hatiku bergegaslah sambut pelukan mentari diawal tahun.
hatiku sambutlah sapa sang mentari. ayolah hatiku, bangkitlah lantangkan suaramu ikutlah bersenandung bersama mereka, alam pagi yang ikhlas menemani. bergegaslah songsong pelukan hangat mentari. bangunlah hatiku, bersama iringan fajar menapaki kehidupan. lihatlah hatiku indahnya karya tuhan seperti lukisan yang tak berbingkai itu. hatiku menyatulah bersama mereka iringan sang fajar.
catatan awal tahun di kreung kala 010106
- Uncategorized | Time: 20:03 (UTC+8)




wahh.. permisi yah om,ayemm nulis coment nich..xixixi wuikszz.. postingnya sangar sangar romanties oeyy hahaha
iku poto nya menek tower yah?? alah alahh bengi2 kok petakilan .. tak kandakno ibuk lohh euheuhe… well,ayemm jd tertarik bacanya!! tak tunggu postingannya yg lebih lebih quando quandoo
Comment by quando — January 8, 2006 @ 00:40
tiada yang lebih segar dari sebuah kaki telanjang yang melangkah di rumput penuh embun
Salam kebersamaan
Comment by Yudhis — January 10, 2006 @ 06:39