January 19, 2006

why worry

adik calang adik di calang

Why Worry

Baby I see this world has made you sad
Some people can be bad
The things they do, the things they say
But baby I’ll wipe away those bitter tears
I’ll chase away those restless fears
That turn your blue skies into grey
Why worry, there should be laughter after the pain
There should be sunshine after rain
These things have always been the same
So why worry now
Baby when I get down I turn to you
And you make sense of what I do
I know it isn’t hard to say
But baby just when this world seems mean and cold
Our love comes shining red and gold
And all the rest is by the way
Why worry, there should be laughter after pain
There should be sunshine after rain
These things have always been the same
So why worry now

by dire straits

January 10, 2006

rindu ibu

pilihanku

saya keluar dari kerumunan temanku
saya ingin menyendiri
saya duduk disini
saya ingin melihat temanku beraksi di panggung dari sini

saya tahu apa yang saya lakukan saat ini di sini
saya tahu kalau saya masih kecil

saya ngerti kalau anak kecil biasanya mempunyai cita-cita tinggi
tetapi apa harus diucapkan …

saya ngerti dan saya tahu kalau rokok merusak kesehatan
tetapi anda juga merokok …

malaikat melihat
mengelus dada sembari berucap lirih … sungguh muram masa depan anak ini

iblis juga ikut melihat
berteriak kegirangan … masa depan yang cemerlang

hai malaikat … hai iblis
sudahlah jangan menilai saya hanya dari tampilan foto
bukan anda yang menentukan garis hidup saya
tetapi saya sendiri

maaf ibu jika saya salah …
saya rindu bisikanmu …

January 7, 2006

pagi kan menyapa

kreung kala

memejamkan mata, menarik nafas dalam dan melepaskan pelan. frame-frame bayangan muncul kembali. janji sesering mungkin menelpon ibu, janji membelikan sepotong baju untuk ibuku, janji menelpon keponakan-keponakanku yang lucu sekedar mengobati kerinduan mereka, janji untuk mulai melangkahkan rangkaian hidup lebih baik, janji dan janji-janji lain yang tak pernah kutepati. entah berapa janji yang telah kubuat dalam hatiku. sepuluh atau duapuluh … pasti lebih … ah ternyata sudah lupa.

di atas rumput terlentang melihat atap. titik-titik putih terang memancarkan cahaya di kejauhan seperti menempel pada lembaran warna hitam yang luas. hatiku apa kamu menanti ada titik yang bergerak lewat, sehingga bisa mengucapkan harapan untuk dikabulkan. (more…)

Lukisan Pagi

sunrise penanjakan

-Lukisan Pagi-

Bulan terangi malam
Diam s’ribu bahasa
Menanti sepercik harapan
Dalam khayalan

Fajar yang berkilau
Datang membuka hari
SinarMu memberi harapan yang bersahaja
Lihatlah warna pada cahaya
Menjadi lukisan pagi

Bukalah renda agar cahaya
Sinari damainya arti kehidupan
SinarMu memberi harapan yang bersahaja
Dengarlah suara dari sanubari
Menuntun arah yang pasti

Sejauh batas pandangan mata
Sedalam hati mencari kedamaian

by : Tohpati EQ Humania