Maret yang lalu pemerintah menaikkan harga BBM dengan tujuan untuk subsidi masyarakat miskin. Persis seperti pada bulan Maret lalu, tepat pada hari Kesaktian Pancasila ini pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Tidak tanggung-tanggung yang dilakukan oleh pemerintah kali ini untuk menutup defisit anggaran dengan menaikkan harga BBM sampai dengan 70%. Kebijakan diambil akibat beban yang terlalu besar dengan adanya subsidi BBM sehingga anggaran menjadi defisit. Anak bangsa kembali tercekik oleh kebijakan kenaikan harga BBM.
Gaung penolakan terhadap keputusan kenaikan harga BBM telah dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat sejak diumumkan rencana kenaikan harga BBM. Para mantan politisi semacam Gus Dur, Megawati, Try Sutrisno, Wiranto berkumpul di kediaman Akbar Tanjung untuk menyampaikan penolakan rencana kenaikan harga BBM. Mahasiswa dan kelompok masyarakat lain bergerak melakukan demo penolakan. Penyegelan terhadap beberapa SPBU dan tanki minyak di kota-kota dilakukan sebagai aksi penolakan. Sementara hasil kenaikan harga BBM pada bulan Maret yang lalu sampai saat ini belum terlihat, bahkan busung lapar makin menyerbak, berita seorang kakek yang sehari-hari makan arang pun tersiar sebagai bukti bahwa subsidi itu tidak tepat pada sasaran. Demikian pula dengan pendidikan, nelayan, masyarakat miskin di kota besar masih tetap berjuang di jalanan untuk merengkuh hidup. (more…)