May 24, 2005

UNICEF distribusikan tenda sekolah

Setelah daerah Alasa, Lolofitu Moi dan Mandrehe saat ini Sirombu kecamatan yang akan dilakukan distribusi tenda dari unicef. Sirombu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Nias, letaknya di pesisir barat dari Pulau Nias sehingga langsung berbatasan dengan Samudera Hindia yang luas. Keberangkatan untuk distribusi tenda sekolah dari unicef ke Kecamatan Sirombu terlambat pagi itu karena kerusakan pada roda yang sudah menipis bannya. Sudah tiga hari ini saya ikut rekan-rekan unicef dalam pendistribusian tenda-tenda untuk sekolah-sekolah di Nias. Menurut keterangan dari Mas Hikmat bahwa satu set tenda tersebut bisa mempunyai berat hampir 900 Kg, sedangkan kali ini yang akan kami sebarkan sebanyak 6 set tenda yang di bagi dalam 2 truck. Truck kuning yang sudah tua membawa tenda dengan beban sekitar 2 ton lebih. Belum lama truck melaju ternyata roda sudah kempes, padahal jalan yang bakal dilalui kondisinya rusak.

Matahari sudah naik hampir berada di atas kepala, sinarnya membuat mata silau. Namun rindangnya pohon tempat kami berhenti menghalangi panasnya sengatan matahari. 30 menit rodapun sudah diganti dengan yang baru. Perjalanan ke Sirombu kami lanjutkan. Hiliduho adalah kecamatan pertama yang kami lalui jalanan mulai naik ke pebukitan. Untuk ke Sirombu memang kondisi medan jalannya naik turun karena melewati pebukitan. Saat saya lihat di peta memang banyak bukit yang harus kami lalui dari ujung timur Nias sampai ujung barat Nias. Tingkungan adalah yang paling banyak kami lalui, syukur ternyata sopir sudah khatam dengan kondisi jalan seperti ini. Kombinasi tangan dan kakinya memainkan laju kendaraan saat melewati lekukan-lekukan punggungan bukit maupun turunan dan tanjakan jalan. Kadang kala saat di puncak punggungan yang memang dilintasi jalan kami bisa menikmati pandangan sampai jauh dan bisa melihat bukit maupun gunung di samping kiri maupun kanan pandangan kami. Hutan yang masih lebat tercium aroma kelembaban hutan tropis semakin membuat kerinduan untuk menyusuri jalan setapak di tengah hutan. Sempat saya lihat pada GPS bahwa ketinggian Kecamatan Hiliduho ini berada pada 250 mdpl. 2 hari yang lalu unicef telah mendistribusikan 1 set tenda di SMU Negeri 1 Hiliduho ini. Mungkin saya akan betah tinggal lama di kelas karena dari jendela akan terlihat pemandangan hutan di bukit depan yang lebat dan jauh dari kebisingan kota maupun polusi. Sedangkan dari lapangan olahraga akan lebih leluasa lagi mensyukuri keindahan hutan nias yang masih hijau dan lebat. Cukup lama kami memasuki kecamatan Hiliduho yang mempunyai luas sekitar 221,65 Km2. Turunan yang tajam disambung tinkungan cukup tajam tepat sebelum jembatan yang merupakan batas antara Kecamatan Hiliduho dengan Kecamatan Lolofitu Moi. (more…)

May 5, 2005

Warisan Leluhur Yang Terlupakan

Sore itu, Bang Duman datang ke posko membawa sepeda motor win. Seperti biasa dan seperti pengguna akses internet yang lain, bang Duman yang tergabung dalam LPAM Nias sebuah NGO bergerak untuk membantu pemulihan di Nias datang ke posko mebutuhkan akses internet yang kami sediakan untuk aktivitasnya. Sepeda motor itu kami pinjam untuk mencari udara segar sore hari. Seuai informasi dari rekan wanadri menganai pemandangan bagus dan rumah adat Nias, kami pun langsung meluncur ke daerah rumah adat ini, memang tak jauh jaraknya kurang lebih 2 Km dari posko AirPutih di Pendopo Kabupaten Nias. Dan memang benar rumah adat ini adalah salah satu sejuta pesona Nias, sehingga membuat tergelitik untuk menulis.

Ada sesuatu yang terlewat dari amatan kebanyakan orang. Bahwa bentuk rumah adat di Pulau Nias merupakan satu-satunya gaya bangunan yang masih berdiri, tidak roboh. Jika dibandingkan dengan gaya rumah modern yang umumnya digunakan oleh warga Nias. Namun rumah modern yang terdiri dari batu bata, semen dan concret tulangan ini banyak yang hancur akibat gempa 26 Desember 2004 dan gempa 8.7 richter pada malam 28 Maret 2005 kemarin. (more…)