Bangunan kayu di bawah rimbun pohon-pohon. Semak belukar tumbuh panjang kelihatan tak terurus, beberapa kantong plastik terlihat berserakan dibawah bangunan. Lampu 5 watt cahaya kuning redupnya memberikan kami semangat dalam tengah malam. Angin berhembus dari arah selatan menggerakkan rambut yang mulai memanjang. Memang tanpa disadari ada kesepakatan bahwa rambut kaum adam harus dibiarkan memanjang diantara kami. Tengah malam dingin semakin terasa menusuk tulang oleh hempasan angin malam. Gerakan-gerakan tangan memukul tubuh untuk mengusir nyamuk yang beberapa kali hinggap mencari daerah panas merah untuk menyambung hidupnya. Sering pula dengan menggerakkan bagian tubuh terutama kaki untuk membantu mengusir nyamuk.
Nyamuk … kadang kala teman untuk mengusir rasa kantuk. Tapi tidak untuk satu temanku, dia begitu baik hati darahnya diberikan dengan ikhlas untuk nyamuk-nyamuk itu. Rambut yang nanggung kumal mungkin seminggu belum sempat dibersihkan dengan shampoo. Kaos lengan panjang abu-abu bergambar salah satu acara maba MIPA 1997 kelihatan bersih namun kotor di bagian lengan dan belakang punggunggunya. Celana lapangan alpina krem tampak sedikit terbuka resleting depan, mungkin karena capek sehingga tidak terlalu diperhatikan. Nafasnya yang teratur dan berirama terlihat dadanya yang naik turun seirama dengan suara halus dari hidung dan mulutnya, sungging senyummu seperti dipaksakan karena untuk menutup rapat bagian mulutnya. Namun ekspresi keseluruhan wajahnya tampak sedang mensyukuri alunan tengah malam saat itu untuk tidur. Iri kumelihatnya. Istirahatmu di papan ujung bangunan kayu sebelah selatan samping lapangan bola. Istirahatlah sejenak teman sambil menunggu panggilan, semoga Tuhan selalu melindungimu seperti bangunan ini melindungi dan memberikan tempat istirahat sejenak bagimu kukatakan dalam hati sambil mengambil nafas dalam-dalam dan mengeleuarkannya pelan-pelan seiring membuang kepenatan. (more…)